Beranda > Family > Jilbab Panjang

Jilbab Panjang

jilbab Apa yang spontan terpikir di benak kita ketika melihat seorang muslimah yang memakai jilbab besar dan cadar, ditambah lagi pakaian yang lebar dan panjangnya sampai menyentuh tanah??

Oke, kita tak sedang membahas mengenai hukum jilbab dan cadar. Insya Allah masalah ini dapat ukhty temukan pembahasannya pada Hukum Bercadar Tapi kita tengah berbicara tentang panjang pakaian sang muslimah yang sampai menyentuh tanah.

“Mbak, mau nyapu jalan ya? Itu lho gamisnya kepanjangan, sampai ke tanah.”

“Sudah lebar, panjang pula. Apa ga kotor? Kalau kena najis di jalan gimana? Ga sah donk kalau pakaiannya dipakai sholat.”

Kategori:Family
  1. dwi
    Desember 5, 2010 pukul 4:43 am

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    “Artinya : Barangsiapa menghela pakaiannya lantaran angkuh, maka Allah tidak
    akan sudi melihatnya pada hari kiamat. “Lantas Ummu Salamah bertanya : “Lalu,
    bagaimana yang mesti dilakukan oleh kaum wanita dengan buntut (bagian ujung)
    pakaiannya ?”. Beliau menjawab : “Hendaklah mereka menurunka satu jengkal!”
    (yakni, dari separoh batis ; namun ada yang mengatakan dari mata kaki). Ummu
    Salamah berkata : “Kalau begitu telapak kaki mereka terbuka jadinya”. Lalu Nabi
    bersabda lagi : “Kalau begitu hendaklah mereka menurunkannya satu hasta, dan
    jangan lebih dari itu !”. Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi (3/47).
    At-Tirmidzi berkata : “Hadits ini Shahih” [1]

    Hadits ini mengandung pengertian adanya rukhshah bagi kaum wanita untuk menghela
    pakaiannya, karena hal itu lebih dapat menutupi telapak kaki mereka. Al-Baihaqi
    berkata : “Ini merupakan dalil mengenai wajibnya menutupi kedua telapak kaki
    bagi kaum wanita” [2]

    Berdasarkan ini, berjalanlah praktek yang dilakukan oleh kaum wanita pada zaman
    Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan masa-masa sesudahnya dan terkait juga
    dengannya beberapa masalah syara’. Imam Malik dan ulama hadits lainnya
    meriwayatkan hadits dari “Ummu walad”nya Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf
    bahwasanya ia pernah bertanya kepda Ummu Salamah, istri Nabi Shallallahu’alaihi
    wa sallam : “Sesungguhnya saya ini seorang wanita yang kupanjangkan ekor
    pakaianku, sedangkan aku berjalan di tempat yang kotor. Bagaimana ini ?” Ummu
    Salamah menawab : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “tempat
    yang sesudahnya itu mensucikannya”.

    copas dari http://groups.yahoo.com/group/assunnah/message/20926

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: